-->

Iklan

Tetap Setia Naik Busway

budi purnomo
10/01/2012, 10.55 WIB Last Updated 2014-09-17T03:11:18Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Sejak dari pengoperasian pertamanya di tahun 2004 sampai saat ini,busway masih menjadi primadona angkutan umum di ibu kota Jakarta.Keberadaannya menggantikan angkutan umum lainnya di harapkan mampu dan dapat memberikan suasana baru,aman,nyaman dan tentunya cepat mengantarkan ke tempat tujuan.
Namun yang namanya pelayanan umum,tentu saja banyak di jumpai dan di rasakan  suka dan dukanya,ya termasuk pelayanan transportasi darat yang satu ini.
Di sini saya boleh ya sedikit berbagi cerita dan menguraikan rasa atau hal saya jumpai setiap harinya,di kala menggunakan jasa transportasi busway ini:

Menunggu terlalu lama
Tidak di pungkuri salah satu orang memilih naik angkutan umum ini(busway) agar cepat bisa sampai di tempat tujuan dan untuk mengejar waktu.Namun sering di jumpai oleh para pengguna(termasuk saya sendiri) kedatangan busway memakan waktu yang lama,dari setengah bahkan sampai pernah satu jam-an lebih untuk menunggu.Mau sampai jam berapa ya...ke tempat tujuan,apalagi kalau urusan penting dan mendesak.

Beri waktu jeda dong...walau satu menit aja
Saya dan termasuk pengguna lainnya sering mengalaminya,ketika berlari-lari dari jembatan transit untuk mengejar busway yang sudah sampai dulu di shalter,namun dalam hitungan detik sang supir malah tancap gas.Udah ngos-ngosan malah di tinggal siapa yang ga kesal alias keki coba...hehe.Memangnya busway sama dengan metro mini,supirnya ikutan ngejar setoran juga.

Peras keringat
Setelah menunggu, berlarian dan setelah mengantri panjang,akhirnya datang juga dan bisa masuk di dalamnya.Kebayang ga ya...sudah berdiri berdesakan,terinjak-injak di tambah AC nya pun mati...huff.Hanya bisa berharap...moga-moga jangan di tambah lagi dengan oknum yang buang gas sembarangan alias kentut
bisa gawat tuh hehe......

Itulah secuil hal yang memang sudah menjadi tambahan sarapan pagi keseharian saya.Mau ga mau...suka ga suka...toh saya harus Tetap Setia Naik Busway,habis harus naik kendaraan umum apalagi dong...hehe.Mau naik taxi bisa habis gaji sebulan.Sedangkan kendaraan pribadi punya saya masih nongkrong dan masih jadi pajangan di sorum (dealer)hehe...*yet.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Bisnis

+