Iklan

Makna bahasa Asing, Menerjemahkan Tak Semudah Di Bayangkan

budi purnomo
11/30/2014, 21.52 WIB Last Updated 2014-11-30T15:02:58Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Makna bahasa Asing, Menerjemahkan Tak Semudah Di Bayangkan
Makna bahasa Asing, Menerjemahkan Tak Semudah Di Bayangkan. Tayangan kartun asal Jepang, seperti film Doraemon ini memang begitu di nikmati oleh anak-anak kita. Karena kelucuan serta percakapan tokoh-tokohnya yang kerap mengundang tawa. Anak-anak mengerti karena percakapan sudah di sadur dengan baik kedalam bahasa Indonesia dan di sampaikan melalaui tehnik dubbing oleh para dubber tanah air.

Para ahli bahasa menerjemahkan sedemikian rupa, sehingga film tadi kan menjadi kesatuan utuh yang sesuai dengan konteks dan pemahaman anak-anak Indonesia. Dan tidak hanya itu saja sebenarnya, karena berbagai konteks informasi berbahasa asing yang hadir di tengah masyarakat pun juga turut di sadur kebahasa Indonesia dengan memberikan teks bacaan terjemahan di tiap tayangannya.
Sepintas memang terlihat mudah, namun perbedaan bahasa dan budaya membuat pekerjaan penterjemah ini sebenarnya tidaklah mudah.


Seorang penterjemah senantiasa di tuntut untuk memahami isi konteks apa yang akan di terjemahkannya. Bila tidak, penerima informasi ini nantinya di kuatirkan bakal salah mengartikan dan menelan mentah-mentah budaya asing. Satu contoh misalnya, begitu mudahnya kita menemukan kata-kata kasar yang di anggap biasa bagi bangsa lain namun sangat tabu bagi kita. Intinya memang perlu memiliki kearipan dalam melakukan pekerjaan ini.
Dan selain itu menurut para pakar bahasa pun mengatakan "meski pun telah menguasai satu bahasa asing dengan baik, belum tentu bisa menghasilkan terjemahan yang baik pula. Ini dapat terjadi bila ia tidak menguasai bidang yang harus di terjemahkan, nantinya"

Harapannya, semoga para dubber tanah air dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan mampu menghasilkan arti terjemahan yang aman bagi masyarakat pecinta konten asing, khususnya yang berkaitan langsung dengan dunia anak. *yet.
Komentar

Tampilkan

Terkini