Iklan

Teks Kuliah Umum Een Sukaesih Yang Mengharukan

budi purnomo
12/13/2014, 20.13 WIB Last Updated 2014-12-13T13:14:16Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Teks Kuliah Umum Een Sukaesih Yang Mengharukan. Ibu Een telah berpulang, namun demikian tekatnya untuk berbagi dengan ikhlas di tengah segala keterbatasan fisiknya tetap menginspirasi. Dan berikut petikan teks lewat video Kuliah umum almarhumah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, tahun 2013 lalu.

Teks Kuliah Umum Een Sukaesih Yang Mengharukan
Bismillahir Rahmaanir Rahiim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hadirin yang berbahagia, hidup adalah perjalanan yang harus di tempuh. Apa pun keadaannya dan tiap manusia akan menjalani hidup dengan penuh perjalanan sesuai dengan takdirnya. Ketika dalam perjalanan yang saya arungi, kita akan menemui lembah yang curam, bukit yang terjal, jalan yang berliku, tetapi bukan itu yang harus kita sikapi. Yang terpenting kita mempunyai semangat untuk meraih yang terbaik.
Waktu itu, setelah di fonis mati dengan menyatakan bahwa usia saya tinggal seminggu lagi. Betapa hancurnya hidup saya, betapa terpuruknya saya dalam kepedihan. Sebenarnya saya ingin bangkit, tetapi kondisi saya tidak memungkinkan.
Tetapi yang maha kuasa yang maha segalanya tidak membedakan saya terpuruk dalam penderitaan. Terbukti dengan di hadirkannya anak-anak, saudara-saudara saya yang ingin belajar. Membaca, menulis dan mengerjakan tugas dari sekolah.
Alhamdulillah saya bersyukur, dari situlah saya bangkit kembali.
Ilmu saya tidak banyak, pengetahuan saya sangat terbatas. Tetapi dengan tekat yang kuat, tekat ingin mencerdaskan anak bangsa. Itulah yang membuat saya bangkit dari kertepurukan. 
Selamat jalan bu Een. *yet.
Komentar

Tampilkan

Terkini